Tampilkan postingan dengan label Cerita Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 November 2010

Antara Dua Pilihan

0


Aku bingung dengan yang ku rasa kan saat ini, hati ku bimbang tuk menentukan pilihan antara pacar sama mantan pacar ku. Mereka merupakan dua sosok yang sangat berbeda,yang saling mengisi. Apa yang ku dapat kan dari pacar ku, ga aku dapat kan dari mantan pacar ku. Apa yang ku dapat kan dar mantan pacar ku, ku dapat kan dari pacar ku.Mereka bener-bener bikin aku pusing. tapi aku ga boleh kayak begini terus aku harus memilih salah satu di antara mereka. Kau atau mantan pacar ku…??

Kau, pacar ku yang sudah menemani ku, suka duka pun sudah kita bagi bersama-sama. Kita pun sudah berencana untuk ke tahap yang lebih serius. Tapi aku malah jadi bimbang, karena mantan pacarku, boleh di bilang dia mantan terindah dalam hidup ku datang lagi. Selama 5 tahun aku ga dapet kabar berita dari dia dan sekarang dia muncul begitu saja. Dengan yakin nya dia bilang kalau dia mau menunggu aku sampai kapan pun. Jujur, bagiku dia adalah cinta pertama ku, dia mantan terindah yang pernah kumiliki.Walaupun dia mantan pacar ku, tapi perhatian yang dia kasihkan aku melebihi perhatian dari seorang mantan pacar yang masih berharap untuk bisa melanjutkan hubungan yang sempat terputus.

Kadang terlintas di benak ku untuk menjalin hubungan lagi sama mantan ku, alias Cinta Lama Bersemi Kembali..Paling tidak aku sama mantan pacar ku sudah saling mengenal, jadi kita cuma melanjutkan yang sudah pernah terputus..Tapi rasanya itu juga ga mungkin, karena akan ada hati yang terluka dengan sikap ku ini nantinya…

Huft… Pusing..CLBK apa ga ya..?

Tapi aku juga ga boleh egois, bisa jadi juga ini cobaan kesetiaan ku sama pacar ku..Aku sama pacar ku juga dah sering banget putus nyambung gara-gara hal yang sepele doang, bahkan aku sama pacar ku hampir setiap saat putus nyambung gitu..Bagai mana pun kau mantan pacar ku, mantan terindah dalam hidup ku, jadi kuharap jauh kan dari pikiran mu untuk CLBK sama aku, karena aku sudah mencintai dan menyayangi pacar ku…

Maaf kan aku duhai sang mantan….

Sumber : http://pusatremaja.com/


Kamis, 04 November 2010

Cinta berawal Dari Mimpi

0

Penulis : Hara Hope*

Dapatkah seseorang mencinta hanya karena sepotong mimpi? Mustahil. Namun, adikku semata wayang mengalaminya – setidaknya itu yang diakuinya.
Gadis yang dicintainya adalah Lala, adik sepupunya sendiri. Wajar, bukan? Bahkan, menjadi halal saat kedua orang tuaku kemudian berpikir untuk meminangnya.
Semua berawal dari penuturan Jamal. Ia bilang, ia memimpikan Lala sebagai gadis yang diperkenalkan Ibu kepadanya sebagai calon istrinya.
“Kami sudah saling mengenal, Bu,” kata Jamal dalam mimpi itu dengan malu-malu. Gadis itu pun mengangguk dengan senyum malu-malu pula.
Sebenarnya Jamal tidak terlalu meyakini gadis itu adalah Lala. Wajahnya samar terlihat. Namun, Jamal merasakan aura gadis itu cukuplah ia kenal. Hebatnya, ini diperkuat oleh ayah kami. Di malam yang sama, beliau bermimpi tentang Jamal yang duduk di kursi pelaminan bersama Lala! Apakah ini pertanda? Entah. Hanya saja, sejak itu aku merasakan pandangan Jamal terhadap Lala berubah.
Mereka sebenarnya teman bermain di waktu kecil, namun tak pernah bertemu lagi sejak remaja. Keluarga Lala tinggal jauh di Surabaya, sementara kami di Jakarta. Kami jarang berkumpul, bahkan saat lebaran, sehingga kenangan yang dimiliki Jamal tentang Lala adalah kenangan di masa kecil dulu sebagai abang yang kasih kepada adiknya. Kasih dimana sama sekali tak terpikirkan untuk memandang Lala sebagai gadis yang pantas dicintai, bahkan halal dinikahi. Namun, mimpi itu mampu menyulap semuanya menjadi…cinta (?).
Mari katakan aku terlalu cepat menyimpulkan sebagai cinta. Barangkali saja itu hanya pelangi yang tak kunjung sirna mengusik relung hati adikku. Pelangi yang mampu merubahnya menjadi sok melankolis hingga membuat kami sekeluarga khawatir melihat ia kerap termenung menatap kejauhan, untuk kemudian mendesah perlahan.
“Mungkin kau harus menemuinya di Surabaya,” kata Ibu.
”Rasanya tak usah, Bu. Masak hanya karena bunga tidur aku menemuinya,” jawab Jamal.
”Barangkali saja itu pertanda.”
”Bahwa Lala jodoh saya?”
”Bukan. Bahwa sudah lama kau tak mengunjungi mereka untuk bersilaturahmi. Biar nanti Mbakmu dan suaminya yang menemanimu kesana.”
Jamal tertegun sejenak untuk kemudian mengangguk.
Wah, pintar sekali Ibu membujuk. Padahal tanpa sepengetahuan adikku yang pendiam itu, Ibu menyerahi kami tugas untuk ”meminang” Lala. Ibu betul-betul yakin mimpi itu sebagai pertanda sehingga memintaku menanyakan kepada Lala tentang kemungkinan kesediaannya dipersunting Jamal.
”Kenapa tidak minta langsung saja pada Paklik? Biar mereka dijodohkan saja,” kataku waktu itu.
”Ah, adikmu itu takkan mau.”
”Tapi…”
”Sudahlah. Ibu tahu Jamal belum terlalu dewasa. Kuliah saja belum selesai. Tapi setidaknya ia memiliki penghasilan dari usaha sambilannya berdagang, ‘kan?”
“Bukan itu maksudku. Apa Ibu yakin Jamal mau dengan Lala? Barangkali saja mimpinya hanya romantisme sesaat.”
Ibu tercenung. Aku yakin Ibu belum memastikan ini. Yang beliau tahu hanya Jamal yang bertingkah aneh. Itu saja. Selebihnya ia perkirakan sendiri. Sepertinya justru Ibulah yang ngebet ingin meminang Lala.
”Kupercayakan semua itu padamu.”
Walah! Berarti tugasku berlipat-lipat! Selain memastikan kesediaan Lala, aku pun harus memastikan perasaan adikku sendiri.
***
Ia diam. Sudah kuduga reaksinya begitu jika kutanyakan tentang kemungkinan perjodohannya dengan Lala.
“Kamu mencintainya?” Aku mengganti pertanyaan. Kali ini Jamal malah terkekeh.
”Mungkin… Entahlah. Rasanya tak wajar.”
Tentu saja tak wajar! Bagiku, mencinta karena sepotong mimpi hanya omong kosong. Lagi pula Jamal tak tahu seperti apa wajah dan kepribadian Lala dewasa ini. Aku pun tak tahu.
“Santai saja, Mal. Tak usah dipikirkan. Yang penting kita tiba dulu di sana,” kata Bang Rohim, suamiku.
***
Setiba di Surabaya, kami disambut keluarga Lala hangat.
”Wah, iki Jamal tho? Oala, wis gedhe yo?!” ucap Bulik.
Jamal hanya tersenyum. Apalagi saat pipi gendutnya dijawil Bulik seperti saat ia kanak-kanak dulu.
”Mana Lala, Bulik?” tanyaku saat tak mendapati anak semata wayangnya itu.
”Ada di dapur. Sedang bikin wedhang.”
Aku segera ke dapur. Aku sungguh penasaran seperti apa Lala sekarang. Kulihat seorang gadis di sana. Subhanalah, cantiknya! Ia mencium tanganku. Hmm, santun pula. Cukup pantas untuk Jamal. Tapi, aku harus menahan diri. Kata Bang Rohim, butuh pendekatan persuasif untuk menjalankan misi ini. Aku tak yakin aku bisa sehingga menyerahkan sepenuhnya skenario kepadanya.
Tak banyak yang dilakukan Bang Rohim selain meminta Lala menjadi guide setiap kami bertiga pergi ke pusat kota. Ia melarangku membicarakan soal perjodohan, pernikahan, pinangan atau apapun istilahnya kepada Lala. Katanya, kendati kami keluarga dekat, sudah lama kami tidak saling bersua. Bisa saja Lala memandang kami sebagai ”orang asing”. Upaya melancong bersama ini demi untuk mengakrabkan kembali Jamal, Lala dan aku. Kiranya ini dapat memudahkanku saat mengutarakan maksud kedatangan kami sesungguhnya nanti.
Malam ini saat dimana aku diperbolehkan suamiku mengungkapkan semuanya kepada Lala. Seharusnya memang begitu. Tapi Jamal mendahuluiku. Tak kusangka ia serius dengan perasaannya. Ia utarakan semuanya. Tentang mimpinya, tentang jatuh cinta, bahkan tentang pinangan.
“Mungkin Dik Lala menganggap ini konyol. Abang juga merasa begitu. Tapi, setidaknya sekarang Abang yakin dengan perasaan Abang. Jadi, mau tidak kalau Lala Abang lamar?”
Bukan manusia kalau Lala tidak kaget ditembak seperti itu. Ia tampak galau. Seperti aku dulu. Sayang Lala tak merespon seperti aku merespon pinangan Bang Rohim dulu.
“Maaf, Mas. Aku terlanjur menganggapmu sebagai kakak. Rasanya sulit untuk merubahnya.”
Berakhirlah. Sampai di sini saja perjuangan kami di Surabaya. Jamal tersenyum mengerti, namun kuyakini hatinya kecewa. Cintanya yang magis tak berakhir manis. Kami pulang ke Jakarta dengan penolakan.
Sejak hari itu, Jamal tak terlihat lagi melankolis. Ia kembali sibuk dalam aktivitasnya. Adikku itu benar-benar hebat. Kendati patah hati, ia tak mau larut dalam perasaannya. Bahkan, belakangan aku tahu ia belum menyerah. Setidaknya penolakan itu berhasil mengakrabkan kembali Jamal dengan Lala. Mereka berdua kerap berkirim SMS sekedar menanyakan kabar ataupun saling bercerita. Jamal betul-betul memandang ini sebagai peluang untuk mengubah pandangan Lala terhadapnya.
Waktu kian berganti hingga masa dimana Jamal mengutarakan lagi keinginannya itu. Sayang ditolak lagi. Begitu berulang hingga tiga kali.
Ayah dan Ibu prihatin melihatnya. Mereka tak bisa berbuat banyak. Keinginan mereka untuk menjodohkan saja keduanya Jamal tolak.
”Syarat orang yang menjadi calon istriku, haruslah tulus ikhlas menjadi pendampingku. Atas kemauannya sendiri, bukan pihak lain!” Begitu alasannya selalu.
Terserahlah apa katanya. Tapi ini sudah menginjak tahun kelima Jamal memelihara cinta tak kesampaian ini. Usianya kian mendekati kepala tiga. Cukup mengherankan ia tetap memeliharanya terus. Rasanya tak layak cinta itu dipelihara terus. Ia harus diberangus. Lala bukanlah gadis terakhir yang hidup di dunia. Untuk itu Ibu, Ayah dan aku kongkalikong untuk membunuh cinta Jamal. Sudah saatnya ia mempertimbangkan gadis-gadis lain. Kebetulan ada yang mau. Pak Haji Abdullah sejak lama ingin bermenantukan Jamal dan menyandingkannya dengan Azisa, anak sulungnya. Kami susun perjodohan tanpa sepengetahuan Jamal. Lantas, kami sekeluarga berusaha ”menghasut” Jamal untuk memperhitungkan keberadaan Azisa, temannya sejak SMU itu.
Alhamdulillah berhasil. Hati Jamal mulai terbuka untuk Azisa sehingga saat Pak Haji Abdullah meminta dirinya menjadi menantu, ia tak punya lagi pilihan selain mengiyakan.
***
Kesediaan Jamal memang sudah didapat, namun anehnya ia tak kunjung juga menentukan tanggal pernikahan. Kali ini naluriku sebagai kakak turut bermain. Rasanya Jamal tengah menghadapi masalah yang tak dapat dibaginya kepada siapapun, termasuk Azisa. Saatnya aku menjadi kakak yang baik untuknya.
”Entahlah, Mbak. Rasanya aku tak siap untuk menikah.”
Mataku terbelalak saat Jamal mengutarakan penyebabnya.
”Apa pasal?” tanyaku agak jeri. Aku tak berani membayangkan jika Jamal tiba-tiba membatalkan perjodohan. Keluarga kami bisa menanggung malu!
”Rasanya Azisa bukan jodohku.”
Aku semakin terkesiap. Aku mulai menduga-duga arah pembicaraannya.
”Lala-kah?” tanyaku. Jamal mengangguk pelan, namun pasti.
”Sebenarnya mimpi tempo hari itu tak sekonyong datang. Aku memintanya kepada Tuhan. Aku meminta Dia memberikan petunjuk tentang jodohku kelak. Dan yang muncul ternyata Lala!”
Aku kembali terdiam. Aku benar-benar payah. Sudah setua ini, masih saja tak dapat menjadi kakak yang baik buat Jamal. Aku bingung harus menanggapi bagaimana.
”Maafkan jika selama ini Mbak tak bisa menjadi kakak yang baik, Mal. Bahkan untuk masalahmu satu ini pun Mbak tak bisa menjawab. Hanya saja, kita tak akan pernah benar-benar tahu apa yang kita yakini benar itu sebagai kebenaran, Mal. Termasuk mimpimu. Mbak tidak tahu lagi harus menganggapnya omong kosong ataukah benar-benar pertanda. Kalaulah mimpi itu pertanda, pasti banyak sekali maknanya.”
”Kamu memaknainya sebagai cinta dan jodoh, Ibu memaknainya sebagai silaturahmi dan Ayah memaknainya sebagai tipikal istri ideal bagimu. Bukankah Azisa pun tak berbeda jauh dengan Lala? Mimpi itu nisbi, Mal.”
Jamal hanya mendesah pelan sambil memandang kejauhan. Mukanya masam. Mungkin tak menghendaki aku bersikap tak mendukungnya.
”Mungkin,” lanjutku, ”ini hanya masalah cinta saja. Mungkin hatimu masih hidup dalam bayangan Lala dan tak pernah sekali pun memberi kesempatan untuk dimasuki Azisa. Kau hidup di kehidupan nyata, Mal. Sampai kapan akan menjadi pemimpi?!”
Aku tersentak oleh ucapanku sendiri. Tak kuduga akan mengucapkan ini. Bukan apa-apa. Beberapa waktu lalu kami mendengar kabar Lala menerima pinangan seseorang. Kendati menyerah, aku yakin Jamal masih memiliki cinta untuk Lala. Ia pasti sakit. Aku betul-betul kakak yang tak peka. Aku menyesal. Aku peluk Jamal, menangis sesal.
Jamal turut menangis. Isaknya berenergi kekesalan, kekecewaan, kesepian, keputus-asa-an, bahkan kesepian. Aku terenyuh. Betapa ia menderita selama ini.
“Besok kita batalkan saja perjodohan dengan Azisa, Mal. Itu lebih baik ketimbang kau tak ikhlas menjalaninya nanti. Itu katamu tentang pernikahan, ‘kan? Kita bicarakan dulu dengan Ayah dan Ibu.”
Kupikir ini yang terbaik. Tak bijak rasanya tetap berkeras melangsungkan perjodohan di saat Jamal rapuh begini. Di saat Jamal terluka dan bimbang pada perasaannya. Biarlah keluarga kami menanggung malu bersama.
“Tidak. Kita teruskan saja. Aku ikhlas menjalani sisa hidupku bersama Azisa. Mungkin aku hanya membutuhkan sedikit menangis saja. Aku pergi dulu ke rumah Pak Haji untuk membicarakan ini. Assalamu’alaikum.”
Kutatap kepergian Jamal dengan perasaan tak tentu. Kalau diingat semua ini terjadi karena mimpi. Ya, Allah apakah benar mimpi itu pertanda-Mu? Jikalau benar kenapa sulit sekali terrealisasi? Jika pun tidak benar kenapa banyak orang mempercayai?
Aku terpekur. Maafkan aku adikku. Aku hanyalah insan, yang tak mampu menerjemahkan segala misteri-Nya, bahkan yang tersurat sekalipun. Aku hanya berusaha. Dia tetap yang menentukan. Maafkan aku.


tak Cukp satu cinta

0

(Sumber : http://bundanaila.blogspot.com)


“Sendirian aja dhek Lia? Masnya mana?”, sebuah pertanyaan tiba-tiba mengejutkan aku yang sedang mencari-cari sandal sepulang kajian tafsir Qur’an di Mesjid komplek perumahanku sore ini. Rupanya Mbak Artha tetangga satu blok yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Dia rajin datang ke majelis taklim di komplek ini bahkan beliaulah orang pertama yang aku kenal disini, Mbak Artha juga yang memperkenalkanku dengan majelis taklim khusus Ibu-ibu dikomplek ini. Hanya saja kesibukan kami masing-masing membuat kami jarang bertemu, hanya seminggu sekali saat ngaji seperti ini atau saat ada acara-acara di mesjid. Mungkin karena sama-sama perantau asal Jawa, kami jadi lebih cepat akrab.
“Kebetulan Mas Adi sedang dinas keluar kota mbak, Jadi Saya pergi sendiri”, jawabku sambil memakai sandal yang baru saja kutemukan diantara tumpukan sandal-sendal yang lain. “Seneng ya dhek bisa datang ke pengajian bareng suami, kadang mbak kepingin banget ditemenin Mas Bimo menghadiri majelis-majelis taklim”, raut muka Mbak Artha tampak sedikit berubah seperti orang yang kecewa. Dia mulai bersemangat bercerita, mungkin lebih tepatnya mengeluarkan uneg-uneg. Sebenarnya aku sedikit risih juga karena semua yang Mbak Artha ceritakan menyangkut kehidupan rumahtangganya bersama Mas Bimo. Tapi ndak papa aku dengerin aja, masak orang mau curhat kok dilarang, semoga saja aku bisa memetik pelajaran dari apa yang dituturkan Mbak Artha padaku. Aku dan Mas Adi kan menikah belum genap setahun, baru 10 bulan, jadi harus banyak belajar dari pengalaman pasangan lain yang sudah mengecap asam manis pernikahan termasuk Mbak Artha yang katanya sudah menikah dengan Mas Bimo hampir 6 tahun lamanya.
“Dhek Lia, ndak buru-buru kan? Ndak keberatan kalo kita ngobrol-ngobrol dulu”, tiba-tiba mbak Artha mengagetkanku. ” Nggak papa mbak, kebetulan saya juga lagi free nih, lagian kan kita dah lama nggak ngobrol-ngobrol”, jawabku sambil menuju salah satu bangku di halaman TPA yang masih satu komplek dengan Mesjid.
Dengan suara yang pelan namun tegas mbak Artha mulai bercerita. Tentang kehidupan rumah tangganya yang dilalui hampir 6 tahun bersama Mas Bimo yang smakin lama makin hambar dan kehilangan arah.
“Aku dan mas Bimo kenal sejak kuliah bahkan menjalani proses pacaran selama hampir 3 tahun sebelum memutuskan untuk menikah. Kami sama-sama berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dalam hal agama”, mbak Artha mulai bertutur. “Bahkan, boleh dibilang sangat longgar. Kami pun juga tidak termasuk mahasiswa yang agamis. Bahasa kerennya, kami adalah mahasiswa gaul, tapi cukup berprestasi. Walaupun demikian kami berusaha sebisa mungkin tidak meninggalkan sholat. Intinya ibadah-ibadah yang wajib pasti kami jalankan, ya mungkin sekedar gugur kewajiban saja. Mas Bimo orang yang sabar, pengertian, bisa ngemong dan yang penting dia begitu mencintaiku, Proses pacaran yang kami jalani mulai tidak sehat, banyak bisikan-bisikan syetan yang mengarah ke perbuatan zina. Nggak ada pilihan lain, aku dan mas Bimo harus segera menikah karena dorongan syahwat itu begitu besar. Berdasar inilah akhirnya aku menerima ajakan mas Bimo untuk menikah”.
“Mbak nggak minta petunjuk Alloh melalui shalat istikharah?”, tanyaku penasaran. “Itulah dhek, mungkin aku ini hamba yang sombong,untuk urusan besar seperti nikah ini aku sama sekali tidak melibatkan Alloh. Jadi kalo emang akhirnya menjadi seperti ini itu semua memang akibat perbuatanku sendiri”
“Pentingnya ilmu tentang pernikahan dan tujuan menikah menggapai sakinah dan mawaddah baru aku sadari setelah rajin mengikuti kajian-kajian guna meng upgrade diri. Sejujurnya aku akui, sama sekali tidak ada kreteria agama saat memilih mas Bimo dulu. Yang penting mas Bimo orang yang baik, udah mapan, sabar dan sangat mencintaiku. Soal agama, yang penting menjalankan sholat dan puasa itu sudah cukup. Toh nanti bisa dipelajari bersama-sama itu pikirku dulu. Lagian aku kan juga bukan akhwat dhek, aku Cuma wanita biasa, mana mungkin pasang target untuk mendapatkan ikhwan atau laki-laki yang pemahaman agamanya baik”, papar mbak Artha sambil tersenyum getir.


Rabu, 03 November 2010

aQ Ingin Mencintai dengan Sederhana

0

Penulis : Inayati


Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *


Rasa yang Tertinggal

0




A Litle About Me…
ku bukanlah cowok yang sempurna tapi untuk jadi yang lebih baik agar jadi yang terbaik buat orang yang ku sayangin udah menjadi komitmen dalam hidupku…
Aku bisa dikatakan cowok yang pendiam dan sedikit pemalu. Supple dan cuek. Kekurangan yang nyata ku alami itu lamanya bersosialisasi dengan orang lain apa lagi sama cewek2. cakep pula…
Ngomongin cinta emang nggak ada habisnya dan slalu asik buat dibahas. Cinta juga telah memberiku banyak pengalaman dan pelajaran berharaga yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan ini. Pahit dan manisnya cinta mungkin sudah pernah ku rasakan berkali-kali semenjak masa remaja hingga ku merasa dewasa saat ini pun cinta juga buat aku jadi kepikiran dan bahkan buatku menangis… emang aneh kedengarannya tapi perasaanku tak sama dengan cowok yang tegar yang mengutamakan logika ketimbang perasaannya. Tapi aku cowok yang paling nggak bisa menahan kesediahan yang memaksa aku buat aku menangis setiap kegagalan yang aku alami. Bukan hanya cinta tapi banyak hal lain yang membuat aku merasa gagal dan merasa tak berguna. Itulah aku cowok sederhana yang sedikit cengeng pada tiap masalah yang tak pernah aku duga sebelumnya. Hmmm…. Cinta itu hadir pertama kali pada saat aku duduk dibangku tsanawiyah, perasaan tertarik pada kaum hawa sudah aku rasakan meski cinta yang sebenarnya tak aku ketahui. Dulu dan sekarang aku beda. Sosok cowok yang pemalu dan pendiam yang membuat aku cuek dan sedikit sombong dan tak heran banyaknya cinta yang terpaendam dan tak kesampaian. Seiring waktu perasaan malu2, pendiam dan cuek mulai pudar meski masih ada datang kembali saat aku dalam keadaan nggak percaya diri… pada saat aku remaja dan pikiranku mulai berkembang dan merasakan cinta itu lebih dalam ku rasakan. Dan aku mulai berprinsip dalam memaknai cinta untuk pertama kali “Biarkan Cinta itu datang dan pergi sesuka hati” sebuah kalimat yang singkat tapi memiliki makna yang sangat luas… jatuh cinta memang indah dan tak bisa ditampikan kehadirannya dan pergi begitu saja tanpa mempedulikan status ku sendiri. Apabila cinta itu datang dan pergi tanpa ada rasa penyesalan, sakit hati dan benci ku terima dan ku relakan.
Waktu berganti dan banyak cerita tentang cinta terukir di ingatan yang mengantarkan aku untuk menyingkapi lebih dewasa memaknai cinta itu sebenarnya. Pernah disakiti dan menyakiti menjadi pengalaman bahwa cinta bukan hanya sekedar kesenangan sesaat, bukanlah permainan, bukan coba2, bukan sekedar iseng, bukan kepura2an, bukan pelampiasan, bukan dendam, dan bukanlah perasaan sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. Namun cinta itu misteri ilahi yang nggak bisa ditebak kapan cinta itu akan datang, dimana, siapa dan bagaimana ? cinta yang tak bisa dipisahakan dari kehidupan untuk saling membutuhkan satu sama lain agar hidup ini lebih berwarna. Cinta adalah anugerah Tuhan yang suci untuk disukuri nikmatNya tanpa ada rasa mengkufuri sedikitpun dan sesungguhnya berdosalah orang yang telah mengkufuri NikmatNya dan menganiaya hati orang yang mencintai dengan tulus dan karma berlaku padanya…
Percaya nggak percaya ini pernah ku rasakan bahwa cinta adalah sesuatu yang hidup dan bernyawa. Perasaan orang yang pernah aku sakiti pernah juga aku rasakan bahkan lebih sakit hingga meneteskan air mata…. Dulu aku merasa cowok yang tegar karena cinta buatku lemah dan tak berdaya.

Makna Cinta yang sebenarnya
Cinta itu ketulusan, mencintai apa adanya, memberi dan menerima  kelebiahan dan kekurangan orang lain. Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang menjujung tinggi arti kesetiaan dan mampu mencintai kekurangan orang yang kita cintai karena tak ada satupun manusia didunia ini yang sempurna… tapi kitalah yang menyempurnakan orang yang kita cintai dengan cinta sejati agar hidup ini lebih berarti.
Kapan Cinta itu Ada
Cinta adalah masalah hati dan perasaan… jika hati merasakan ada perasaan rindu dan cemburu yang merangkai dihatinya terhadap seseorang. Cinta telah hadir dalam dirinya dan tetap akan membelenggunya jika apa yang dirasakan belum menuai seperti apa yang ia harapkan…
Jika bicara soal cinta tak kan ada habisnya karena kita semua punya cerita yang membuat hidup ini lebih berwarna. Inilah sepenggal kisah cinta yang rumit tanpa ada sedikitpun fiktif dan halusinasi semata.
Terjerat Dunia Maya…
Untuk mengisi keseharianku yang kosong biasanya Online sampai lupa waktu dan menghabiskan waktuku dikamar dengan sebuah Hp Genggam kesayangan hanya sekedar chatting dan FB-an ma teman lainnya karena hampir 80% teman2ku ada didunia cyber yang setia temani aku dalam kesepian…
Dan tak khayal lagi aku seperti hidup pada dua dunia yang berbeda dan hampir tertutup pada dunia nyata yang ku alami… hal ini pula yang membuat aku tertutup pada dunia luar dan hampir separoh waktu aku habiskan bersantai ria dikamar tempat aku berlindung… sebuah rumah kos2an yang sederhana dan jauh dari hiruk pikuk keramaian kota…
Selain kesibukan online aku juga mencoba merancang sebuah web business system dengan sedikit pengalaman yang aku miliki aku berhasil menyelesaikan sebuah script Reseller http://riezalscript.com yang bertujuan untuk menambah uang saku ku tapi tetap aja kegagalan datang karena aku belum bisa pokus dan  konsisten pada bidang yang aku geluti…
Begitulah aku dengan keseharian aku yang hidup tanpa aturan dan tak peduli ma diriku sendiri pa lagi dengan orang-orang disekelilingku. Efek negative online mulai menjadi kebiasaan keseharianku… Begadang bangun siang, jarang mandi, telat makn, nggak menjaga penampilan, anak rumahan, kuper, dll…
Perasaan Bosan dan Ingin berubah…
Pada suatu hari ntah kenapa aku merasa bosan dengan keseharianku yang berteman dengan sebuah handpone dan mengurung diri dikamar dan hampir setiap hari kulalui seperti itu dan aku merasa bosan, kesepian dan ingin berubah layaknya seperti teman2 yang lain dan online seperlunya dan mengurangi aktivitasku didunia maya. Seperti ngeblog, chatting, browsing, dan non aktif dibeberapa forumer yang sering ku tongkrongin… dan online seperlunya untuk sekedar cek status pembaharuan facebookku… dan facebook sang pacar yang setia temani hari2ku.
Romantika Cinta Dunia Maya…
Setahun lamanya aku bersamanya… sosok wanita yang lembut dan orang yang paling baik dalam hidupku. Ne lah sedikit cerita akhir tentang romantika cinta dinia maya yang kujalani bersamanya.
Dialah orang yang pertama kali yang memberiku arti cinta yang sebenarnya sosok wanita yang lembut dan sabar meski aku berulang kali menyakiti hatinya. Saat bersamanya aku merasa berarti, nyaman dan merasa dihargai. Dia sosok wanita yang beda, dewasa dan menjunjung tinggi arti kesetiaan. Mencintai dengan tulus apa adanya meski jarak dan rentang waktu yang jauh tak membuat dia mundur sedikitpun untuk mempertahankan cintanya… tak ternilai kebaikan, kasih sayang dan pengorbanan yang diberikannya buatku meski aku tak pernah menghargainya dan berulang kali menyakitinya dan terus menyakiti dan tak terhitung lagi tetesan air matanya yang jatuh karenaku.

Perasaan Jenuh Mulai merangrang di benaku
Jenuh…….! Yah.. itulah yang ku rasakan saat bersamanya meskipun dia orang yang paling baik buatku dan mengerti akan siapa aku dan mau menerima aku apa adanya dengan cintanya yang begitu tulus buatku
Ntah kenapa… perasaanku tidak terima dengan takdir cinta yang dititipkan padaku hanya karena dia jauh dan tak bisa ku sentuh dan merasakan ketulusan cinta itu hadir didepan mataku. Kesepian yang mencengkram dan ingin mengakhiri semua ceritaku dengannya. Membuatku merasa hubungan yang tadinya buatku nyaman menjadi siksaan pada saat aku membutuhkan kasih sayang seseorang yang nyata buatku dan bukan sekedar ilusi semata…
Ke Egoisan ku mulai menguasai diriku tanpa sedikitpun memikirkan perasaannya yang begitu lembut dan tulus sayang padaku. Lagi2 air mata kesediahan  mengalir pada saat hari dan momen bahagia yang ditunggu-tunggunya…
Kado air mata pada saat ulang tahunnya
Sebelum 5 April 2010 berselang 4 Hari perasaan jenuh masih tetap bersarang dibenakku. Ke egoisanku berhasil membuatku menjadi orang yang paling kejam dan tak punya perasaan. Ntah dari mana pemikiran itu datang yang pasti sangat menyakitkan buatnya. Hari bahagianya menjadi lautan air mata yang tak pernah dia sangka sebelumnya….
Tepat pada tanggal 1 April 2010 malam dengan tanpa ragu2 aku menyatakan menyerah dan menyudahi semua hubungan antara aku dan dia dengan alasan “aku merasa Jenuh Meski harus Jauh darinya dan mengakhiri semuanya” .  meski aku ragu setidaknya aku masih punya kesempatan berpikir menjelang hari H nya dan memutuskan untuk sekedar mengerjainya… tapi apa yang ku pikirkan dan yang aku rasakan tetap tidak berubah bahwa aku jenuh jika harus jauh sama orang yang aku sayangin dan aku hanya bisa berhalusinasi tentangnya tanpa bisa aku menyentuhnya dengan  kasih sayang. Slama hampir satu tahun aku pertahankan.
Kenyataan pahit yang dihadapinya pada ulang tahunnya semua ucapanku padanya tak pernah aku tarik kembali dan benar2 menyudahi semuanya. Sedih, sakit, perih dan hampir putus asa. Itulah yang dirasakannya tanpa disangka orang yang paling disayanginnya tega meninggalkannya pada saat hari yang bersejarah dalam hidupnya… membayangkannya aja sedih apa lagi dia yang merasakannya. Sungguh kejam diriku ke egoisanku merenggut kebahagiaan orang yang aku sayangin…
Meski dia wanita yang sabar tapi tetap saja merasakan sakitnya yang sangat perih dan nyaris putus asa….
Aku yang seharusnya pantas dibenci tapi apa yang dia rasakan melainkan serpihan rasa sayangnya samaku tak sebanding dengan rasa benci yang sepantasnya aku dapatkan… melainkan dia yang mengerti aku dan tetap menyayangiku meskipun sakit yang dia rasakan… salut… betapa sucinya cintanya buatku…

Pengorbanannya bersusah payah membujuk kedua orang tuanya untuk mengizinkan kuliah dipekanbaru demi aku
Lagi2 demi aku dia berkorban untukku, sepantasnya aku yang melakukan ini semua  bukan dia ! tanpa ada rasa ragu dan bimbang dengan penuh yakin dia mengejar cintanya dan tak mau aku pergi dari kehidupannya meski orang yang disayangnya menyakitinya. Dia tetap yakin sama pandiriannya.
Berangkat dari keyakinan maeraih cita bersama orang yang dia cintai dia memutuskan untuk kuliah di LP3I Pekanbaru dengan mengorbankan kuliahnya yang sudah semester V agar orang yang dia sayangin tak merasa jauh lagi darinya…
Sosok wanita anggun yang memikat hatiku
Wanita yang lembut, murah senyum tapi susah ditebak hatinya… salma kasima gadis ayu dari rohul. Dengan keanggunannya tidak heran bahwa banyak lelaki yang berharap padanya namun dirinya yang tak mau mengenal cinta dan bingung mengartikan cinta yang sebenarnya. Karena trauma yang dialaminya pernah disakiti seorang pria yang tega meninggalkannya.
Wanita kelahiran 1989 ini memiliki beraneka macam karakter
Sedikit Pemalu dan Murah Senyum. . .
Meski Tuhan memberinya kelebihan dengan parasnya yang anggun tapi dia tetap tampil sebagai sosok gadis pemalu pada orang yang belumdia kenal dan murah senyum dengan senyuman khasnya yang tak bosan mata memandang. Dan tidak heran siapapun lelaki yang pernah mengenalnya jatuh hati padanya termasuk aku yang baru mengenalnya jauh sebelum teman2ku.
Dia membutuhkan orang yang periang yang slalu membuat dia tersenyum…

Penyayang. . .
Calon ibu rumah tangga yang baik karena sosok nya yang penyayang pada anak kecil dan sama orang2 yang udah sayang dan perhatian samanya… selain penyayang dia juga orang yang ingin disayang banyak orang dan tidak mau orang yang telah menyayanginya jauh dan cuek sama dia. Karakter ini yang sering disalah artikan bagi lelaki yang merasa dekat dengannya. Dan membuat lelaki berangan-angan dan takabur bahwa perasaan sayang itu cinta…
Dia membutuhkan orang yang lembut dan penyayang….
Perasaan yang lembut dan mudah menangis
Dia memiliki perasaan yang sangat lembut dan sensitive pada hal yang mengganggu pikirannya dan hal ini sering membuat dia sedih dan menangis seperti, dijauhin oleh teman2 dekatnya, cemburu, dimarahin, ditegur, dicuekin, dll yang membuat hatinya kecil dan hal ini yang membuat dia mudah tersinggung dan salah artikan oleh banyak orang.
Dia membutuhkan seseorang yang mampu menjaga perasaannya diatas perasaannya sendiri.
Baru Beranjak Dewasa
Dalam hal percintaan dia belum cukup dewasa dan mampu menerima bahwa cinta akan membawa perubahan dari sisi kehidupannya. Bahwa dia belum bisa mengartikan cinta yang sebenarnya dan sering bingung sama apa yang dia rasakan
Dia membutuhkan sosok pria yang dewasa yang mengerti akan dirinya…
Belum Bisa Serius
Aku percaya serius itu ada waktunya dan untuk seumurannya yang memiliki rasa penasaran dan rasa ingin tahu lebih banyak membuat dia belum bisa serius dalam menjalin cinta… hal ini bisa dilihat bahwa dia tidak mau terikat, diatur walau masih dalam keadaan wajar, disenangi banyak orang, dekat sama siapapun, kebebasan dalam berteman, belum bisa menjaga perasaan sang pacar, ingin bersenang-senang. Wajar karena setiap orang pasti pernah merasakan hal yang sama karena hidup ini bergantung dengan waktu dan berubah sesuai waktunya. Remaja yang baru beranjak dewasa yang ingin mengenal banyak orang dan mengukir ceritanya tentang cinta itulah dia yang pernah aku kenal…
Pengen Sendiri jika mood lagi nggak baik
Mood nya yang sering berubah-ubah dan masih labil dan sering berganti seiring apa yang dia rasakan. Jika perasaannya sedang sedih karena satu hal dia berubah menjadi cuek dan nggak mau siapapun yang mengganggunya meskipun sang pacar. Dia nggak mau berbagi dan memendam kesediahannya tiap masalah yang dihadapinya dengan mengurung diri dikamar dan menangis… jika hatinya sedang riang dia tampil dengan gadis yang menawan, murah senyum dan care ma siapa aja yang dia kenal…
Dia membutuhkan sosok lelaki yang sabar setiap perubahan sikapnya dalam keadaan tidak labil
Paling nggak bisa dicuekin
Paling nggak bisa dicuekin oleh orang yang pernah dekat dengannya karena dirinya akan merasa bersalah dan itu akan membuatnya serba salah dan kepikiran yang akan membuatnya sedih yang mempengaruhi mood nya dan cuek ma orang lain.
dia membutuhkan seseorang yang mengerti tiap perubahan yang mempengruhi pikirannya dan bersabar menunggu hingga dia labil kembali
Hatinya yang susah ditebak
Meski dia penyayang dan memilki hati yang lembut tapi tak semudah itu mengartikan hatinya yang sebenarnya jangankan aku dan orang lain yang pernah dekat dengannya dirinya sendiripun bingung sama apa yang dia rasakan… dibilang cinta tapi ragu, dibilang tidak dia cemburu… so ini juga sering buat aku bingung, senang, sedih dan bertanya-tanya
Dia butuh sosok lelaki yang berkomitmen dan tetap meyakini dirinya atas apa yang dia rasakan… so tetaplah berpikir positif
Lebih kurang Tiga minggu aku pernah jadi pacarnya itulah yang dapat aku simpulkan tentang dirinya meski semua tak ku ketahui karena aku ditakdirkan sebagai orang yang disayanginya meski dia ragu ma perasaannya itu cinta atau bukan tapi aku merasa senang dia ada rasa cemburu dan rindu karena yang membedakan perasaan cinta itu karena adanya perasaan rindu dan cemburu yang merangkai hatinya. Ku yakin rasa itu pasti ada…
Sebelum aku mengenalnya  dan jatuh cinta
Sebelum aku mengenalnya dan perasaan cinta itu hadir dalam diriku. Aku orang yang tidak peduli sama diriku sendiri. Baik dari segi penampilan, cara berpakaian, kebersihan, sikap dan cuek ma orang lain dan hampir tertutup pada dunia luar karena sebagian waktuku ku habiskan beraktivitas didunia maya. Begadang bangun siang, acak2kan dll. Nggak rapi. Dan ternyata cintalah yang membawa perubahan untuk ku jadi lebih baik. Dan membuang semua sisi negative menjadikan sesuatu yang positive…

Saat cinta itu datang jiwaku melayang terbang jauh diawang-awang
Jatuh cinta memang indah rasanya dan membawa sesuatu yang positif buat kita karena cinta mampu merubah karakter kita menjadi yang lebih baik…
Step by step for get his heart…
Penampilan
Untuk menggait sipujaan hati penampilan sangat diutamakan agar tetap percaya diri karena kurang percaya diri semangat kita akan menurun bisa2 drop out… yang tadinya tidak peduli sama penampilan tapi beda ku yang sekarang yang slalu berusaha tetap rapi dengan tampilan yang sederhana dan tidak mencolok…
Pesona
Kata orang tebar pesona itu penting tapi jangan berlebihan jadinya MPO… apa yang kamu bisa tonjolin semata-mata untuk memikat sipujaan hati seperti. Humoris, puitis, bernyanyi, dan membantu dia saat membutuhkan bantuan…. Apapun yang membuat orang yang kita sayangin simpati dan merasa diperhatikan…
Pendekatan Istilah kerennya PDKT
Penting banget selain bisa mengukur kepercayaan diri untuk katakan cinta PDKT memberikan banyak kesempatan untuk bisa bersamanya… dan mengenalinya lebih jauh… seperti hobbynya, makanan kesukaannya, karakternya, dll dan pdkt yang paling ampuh adalah lewat SMS atau teman terdekatnya. Dan PDKT tetap berlanjut hingga akhir kata PUTUS. Dan dengan PDKT bisa memberikan kesan yang positip dan tunjukan bahwa aku lelaki dan aku peduli akan hadirmu dalam kehidupanku



Pengorbanan
Semua tak kan berarti tanpa mau berkorban buat orang yang aku sayangin… pada dasarnya cowok benci melihat cewek matre dan cewek benci lait cowok yang pelit… luangkan sedikit waktu buatnya, uang, tenaga dan bahkan perasaan. Smua itu semata-mata pengorbanan buat orang yang kusayang tanpa mengharapkan imbalan dengan penuh keikhlasan…
Katakana Cinta Dengan penuh percaya diri
Katakana cinta jika rasa itu  masih ada dan jangan menunda-nunda apa lagi berbohong pada diri sendiri dengan memendam perasaan yang akan menyiksa diri sendiri dalam kegalauan… dikatakan atau tidak perasaanku tetap sama jadi lebih baik katakan dengan resiko apapun meskipun ditolak karena itu sudah jadi hukum alam. Musuh paling besar adalah rasa takut buang itu semua yakinkan diri tiga kata akan mengubah semuanya dan tetap berlapang dada jika kenyataan tak sama seperti apa yang ku harapkan….
Status Sahabat Menjadi Pacar dan aku mulai tersenyum dengan rasa bangga pada diriku sendiri
Wow… tak ada yang lebih bahagia dan bangga didunia ini setelah apa yang di impikan menjadi kenyataan. Ingin rasanya untuk terbang tinggi diawan tapi apa daya sayapku tak ada yang bisa ku lakukan ucapan terima kasih pada Tuhan telah mengirim bidadari untukku. Dan loncat-loncat dan senyum2 sendiri… dan akhirnya aku dan dia pacaran dan bicara dar hati ke hati dengan penuh romantic meski tak lama tapi jadilah  tu menjadi kenangan manis saat bersamnya


Putus Selama 12 Jam…
Ntah kenapa sosok teman akrabnya slama bertahun-tahun itu membuat aku cemburu meski aku tahu gimana keakraban mereka jauh sebelum aku mengenalnya dan dia juga pernah jelaskan padaku nggak mungkin jatuh cinta sama temannya yang sudah dia kenal lama. Tapi perasaan ku tak dapat berbohong kalo aku benar2 cemburu dan kecemburuan itu terucap kata putus dariku yang membuat dia sedih dan nggak terima… akhirnya dengan meyakinkan hati dan bicara dari hati ke hati semua berlangsung 12 jam dan semua kembali seperti semula
Status Pacar berubah menjadi HTS
Semua berawal dari mood nya yang berubah2 karena masalah antara dia dan temannya. Sikapnya yang ingin sendiri dan siapapun tidak boleh ikut campur dalam masalahnya buat aku merasa asing dan akupun memutuskan untuk melanjutkan hubungan tanpa da ikatan… hubungan tanpa status dengan kesepakatan “Boleh Rindu tapi tidak berhak untuk cemburu dan berhak membuka hati buat orang lain tapi tetap dekat layaknya seperti pacaran karena hati tak bisa dibohongi perasaan sayang itu masih ada antara aku dan dia”
Aku masih merasa senang karena aku tidak jauh darinya dan tetap menjalani dengan kasih sayang yang romantic
Status Facebook
Hmm meskipun HTS ternyata perasaan cemburu itu masih ada. Status facebookku yang intinya memberikan harapan pada mantanku ternyata buat dia cemburu…. Memang aneh tapi yang namanya hati siapa yang tahu dan tak bisa dibohongi jika cinta itu masih melekat… aku senang dia cemburu berarti cinta itu masih ada buatku… ntah kenapa saat aku merasa kecewa dengannya aku lari pada mantanku dan memberi harapan kosong padanya…
Cinta antara Ada dan tiada
Bingung…! Emang membingungkan… semuanya serba menjadi pertanyaan yang tak menemukan jawaban… dan hanya ada dua jawaban…”Tidak Tahu” dan “Bingung”… anehkan. . .
Semakin aku mencoba mencari tahu semua tentangnya semakin aku bingung apa yang ada dihatinnya…
Simak arti cinta yang sebenarnya : “kenapa dinamakan cinta dan cinta berdiri sendiri dan tunggal dan apa pula yang membedakannya dengan yang lain dan bagaimana mencari tahu cinta itu ada atau tidak, jika ada perasaan rindu dan cemburu yang merangkai hatinya itulah yang disebut Cinta dan itulah yang membedakannya dengan yang lain.”
Antara ada dan tiada ! yah … seperti itulah hatinya… mungkin jika ditanya “Cinta” mungkin jawabannya “Bingung, Bingung dan teruz bingung…” dan jika ditanya sayang jawabannya “ya” dan nggak mau kehilangan. Jika rasa cinta itu nggak ada kenapa rasa cemburu tu ada ? “bingung”. Hmmm…Emang dikit aneh sich tapi rasa ini merasakan bahwa cinta itu ada. Dan aku sangat percaya dengan apa yang aku rasakan. Itulah dia . . . bigung ma perasaannya sendiri apalagi aku . memang sedikit aneh dan membingungkan tapi aku sayang dia meski hubungan saat ini tanpa status yang pasti… terkadang aku pernah berpikir buat membuang perasaanku padanya dan kembali sama orang yang jelas tulus mencintaiku tapi aku takut dia terluka. Sedih dan merasa kehilangan… karena sejujurnya aku nggak mau kehilangannya dan berarti banget buatku.


Tanggapan Miring yang tak membangun dan tak punya jiwa social dan bersahabat
Tanggapan miring sering terdengar ditelingaku tentang dirinya, diriku dan kita yang tak seharusnya sifat yang tak bersahabat ini tak pantas terdengar ditelingaku karena ini masalah hati dan perasaan yang menyangkut masalah pribadi buatku… karena aku yakin jalan apa yang aku tempuh tidak salah dan aku sedikitpun tidak merasa dirugikan dan menyesal. Kenapa sifat yang tidak terpuji itu ada itu yang aku sesalkan tapi aku paham karena mereka pasti punya alasan kenapa itu harus terjadi… benar2 tidak membangun dan bersahabat karena tiap apa yang menjadi pilihan dalam hidupku sudah aku pikirkan jauh hari dan saya juga punya alasan yang menyangkut hidupku… tak ada yang mengetahui masalah pribadi aku selain Tuhan dan diriku sendiri. Janganlah menerka-nerka dengan fiktif yang negative dengan pemikiran yang tidak membangun dan tak bersahabat yang tak nyata  sekedar obrolan belaka… bancret… banyak cerita, tong kosong nyaring bunyinya tak akan membuat dirimu hebat justru menghina dirimu sendiri. Janganlah salah ucap, salah langkah, salah sikap karena aku bisa membaca setiap perubahan yang tak biasa kamu lakukan… maaf jika sepak terjangku membuatmu tak nyaman… karena aku juga tak merasa nyaman hidupku didikte orang laen…. Acamkan paham betol…menyingkirlah………..
Hubungan yang Rumit
Rumit… penuh tanda Tanya dan penasaran itulah yang aku rasakan saat bersamanya…
Hubungan tanpa dilandasi status yang pasti yang membuat hati slalu bertanya-tanya dan penasaran. Jujur ne pengalaman pertama yang aku rasakan tapi aku tetap merasa nyaman dengan rasa sayang yang begitu dalam buatnya dan buatku… meski tanpa status yang jelas hati dan perasaan aku dan dia layaknya orang yang berstatus pacaran. Perasaan rindu dan cemburu tetap menghiasi hari2 saat bersamanya, perasaan nggak mau kehilangan, perasaan saling membutuhkan, masih jelas terasa meski perasaan cinta dipertanyakan. Namun bagiku yang membedakan cinta dengan yang lain adalah adanya perasaan rindu dan cemburu antara kami berdua. Jangankan sama orangnya sms darinya saja aku rindukan begitu juga sebaliknya. Aku cemburu sama “R” dan diapun cemburu sama “C”. aneh tapi nyata….

Rasa yang tertinggal
Sampai saat terakhir aku menyudahi cerita ini rasa yang aku rasakan slama ini tetap ada dan tak mau pergi. Rasa cinta dan sayang dengan penuh harap… yah itulah yang aku rasakan yang akan tetap tertinggal dan mungkin jadi rasa panasaranku hingga aku mati… sadar akan semua keinginan tak akan bisa kita dapatkan tapi aku tetap bisa bersyukur bisa kenal dan pernah dekatnya… biarkanlah ne kan slalu menjadi kenangan manis dalam hidupku dank an tetap terukir dibenakku
Cinta tak harus memiliki… melihat orang yang kita cintai bahagia dan tersenyum jadi kebahagiaan tersendiri meski dia tersenyum karena orang lain… dan aku tak kan pernah membencinya dan akan tetap menyayanginya meski tak bisa bersama…
Kenapa Aku Nggak Bisa Jauh darinya
waktu terus berputar tanpa henti tapi perasaan aku tetap sama… aku nggak bisa jauh dan cemburu melihatnya dengan orang lain… ntah kenapa rasa ini nggak mau hilang meski tak mungkin lagi bersamanya karena aku telah memilih perjalanan cintaku meski perasaan ikhlas dalam hati susah aku menampikannya….



Waktu merubah segalanya …
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan waktupun terus berputar… perasaanku mulai pudar meski tersisa saat aku dalam kesepian… teringat masa saat bersamanya… dan perasaankupun antara ada dan tiada sejak aku tidak lagi jalan bersamanya… jarangnya komunikasi dan bertegur sapa keakraban seperti biasanya membuatku semakin lupa akan dirinya… aku tahu cinta juga ada karena terbiasa dan saat ini aku tak biasa dengannya… meskipun demikian rasa penasaran aku tetap ada rasa ingin tahu yang kuat dibenak ku dan terus bertanya2…..
Siapa Aku Dihatinya…….?
Rasa Penasaran yang berakhir Kecewa…
Pada suatu malam semua terungkap dan betapa aku menelan kekecewaan yang amat mendalam… Siapa Aku Dihatinya ? karena kenyataan aku bukanlah siapa2…. Kenapa ini terjadi padaku… mungkinkah karma ataukah hikmah buatku…
Ntahlah yang pasti kenyataan pahit yang aku terima cintaku yang selama ini ku perjuangkan, pengorbanan, semua nggak ada artinya karena cintany bukanlah untuku…. Huuuuuuh…. Menyebalkan ….
Sang mantannya yang mengikat hatinya sehingga arti hadirku bautnya hanyalah persinggahan belaka. Kenyataan pahit ini harus aku terima dan akan tetap menjadi kenangan pahit bersamanya…
Aku menyesal pernah mencintainya tapi aku beruntung pernah mengenalnya….. dan aku merasa lega nggak ada lagi rasa penasaran dihatiku karena aku tahu   aku bukan yang terbaik buatnya dan dia juga bukan yang terbaik buatku…
Pengalaman Pertama
Untuk pertama kalinya aku terlahir sebagai cowok pecundang….. aku menyesal dan aku akan memcoba cari cinta yang buat hidupku bahagia dan lebih berarti…….
CLBK Tuk Pertama Kalinya dalam hidupku
Cinta yang dulu pernah hilang buat mantan kekasihku kini bersemi kembali setelah aku menelan kekecewaan dan kesadaran akan kebaikan dia tak tergantikan oleh siapapun meski jahatnya aku yang selalu buatnya kecewa…
Sekian lama aku tinggalkan dalam penderitaan yang mendalam akan kerinduan kekasih yang dulu menemani hari2 nya… tak urung membuatnya menangis dan jatuh sakit dan menjalani harinya yang kelam dengan penuh kesabaran…
Dengan harapan aku kembali padanya…
Suatu saat kerinduan akan sosoknya mulai datang dibenaku dan aku berpikir betapa jahatnya aku harus meninggalkannya dalam penderiataan karena ku sementara aku ketawa bersama orang lain….
Aku coba menghubunginya ternyata dia masih berharap denganku dan ingin ku kembali buat nemanin harinya…
Suatu saat dia benar2 menyusulku dikotaku dan aku merasa sangat berarti dan tak lagi sia2 kan dia dan mau nerima dia kembali dan menemanin dia dikota ini (Pekanbaru) sampai cita2nya tercapai sesuai janji terhadap bundanya agar di izinkan bisa kuliah di LP3I Pekanbaru dan bisa dekat denganku.
Kegagalan Ketemu Pertama Kalinya…

           




           

























      


      


Karma

0


KARMA ?



Namaku riezal  fachrozie, akrab dipanggil ijal. Sosok pria yang sederhana  yang pemalu dan pendiam. Aku banyak memiliki banyak cerita tentang cinta dan bagiku inilah yang paling berkesan dan menyakitkan sampai aku trauma yang mendalam atas karma dan dosa yang telah aku lakukan.
“Bagaimana jika hati dua insan diputar balikan dalam posisi dan keadaan yang sama namun dalam waktu yang berbeda”
Berawal dari nimbuzz sebuah media social chatting aku sering mengabiskan waktu untuk sekedar ngumpul bareng temen-teman chatting lainnya. Pada suatu saat aku dipertemukan sama seorang gadis asal bengkulu. Dan kebetulan kami punya hobby yang sama, mengisi sisa-sisa waktu yang kosong untuk berchatting ria. Pertama kenal aku udah ngerasa suka sejak melihat avatar nya yang imoet dan menggemaskan. Tapi pada saat itu aku paling anti dengan pacaran jarak jauh apa lagi saat itu kami berdua juga sudah memiliki pasangan masing-masing.
Semakin hari kami semakin dekat dan semakin kenal meski hanya bertegur sapa tapi rutin setiap hari bermain dengan emoticon yang lucu-lucu dan bercanda ria meski hanya lewat sebuah media chatting pada HP genggam masing-masing. Tanpa sadar perasaan kangen akan hadirnya didunia maya (chatting) mulai muncul dan aku merasakan ada sesuatu yang timbul dalam hatiku “Apakah aku Jatuh cinta” mungkin karena terbiasa dan slalu bersama kami sering Chat Private yang dikenal dengan istilah “Kujum” setiap hari dan akhirnya aku merasakan perasaan yang tak biasa aku rasakan. Semakin hari perasaan itu semakin kuat aku rasakan hingga suatu hari dengan penuh percaya dirinya aku nyatakan semua perasaan aku tentangnya… meskipun dengan canda tapi dalam hatiku serius kalau aku benar-benar terpikat oleh sosoknya. Ternyata apa yang aku rasakan sama halnya yang dia rasakan dan akhirnya kami memutuskan untuk pacaran. Mungkin inilah yang dinamakan “Misteri Cinta” yang tidak tahu kapan datang dan perginya, dimana dan siapa….? Meski aku anti yang namanya pacaran jarak jauh tapi aku benar-benar tidak bisa membohongi perasaanku….
Meskipun aku dan dia berada dilain kota itu bukan jadi halangan yang berarti buatku karena cinta adalah masalah hati dan perasaan yang tak bisa terpisah oleh jarak dan waktu. Meskipun keseharianku bersamanya dihabiskan hanya lewat sebuah media komunikasi handphone genggam namun ku percaya bahwa cinta tak slalu dekat, tak slalu nyata dan kami bisa saling percaya dan menjaga satu sama lain. 
Dari waktu kewaktu kami slalu bersama meski terpisah jauh tapi tetap merasa dekat dan setia satu sama lain. Meski saat ini aku masih seorang pria yang labil yang nakal namun diotakku tidak terbesit sedikitpun buat nyakitin dia karena aku sangat menyayanginya. Kami saling setia dan tetap menjaga dan percaya suatu saat nanti Tuhan akan pertemukan kita berdua J semakin lama rasa ini begitu dekat dan sayang yang sangat mendalam sampai aku merasa “Mungkin inilah Cinta Sejatiku” . aku seperti dibutakan pada kenyataan saat itu dan dunia online sudah menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Bersamanya ku habiskan waktu dengan berbagi rasa penuh canda dan tawa.
Begitu banyak kenangan dan keanehan kami berdua mejalani kisah cinta yang penuh dengan penuh yakin bahwa cinta inilah yang akan menyatukan kami berdua. Berbagai cara untuk mempertahankan hubungan aku seperti mebuat blog berdua, panggilan akrab “Poeccamoecca”, komitmen dan janji tuk saling setia dan menjaga satu sama lain.

Selingkuh tuk yang pertama kalinya
Meski aku sangat menyayanginya tapi aku yang masih labil dan terbuka sama orang lain sangat mudah untuk dekat sama seseorang.
Sebut saja “yani” seorang gadis pertama yang mengenalkan aku media facebook dan dengan kata manisnya yang slalu manja dan memberi harapan tuk mengenal dia lebih dalam membuat aku suka dan akupun diam2 menjalin asmara bersamanya meskipun dia tau aku berstatus pacaran namun baginya itu bukan jadi masalah. Namun di hatiku tetap mencintai pacarku yang slalu sayang dan perhatian ma aku bagiku yani hanyalah sosok gadis yang lembut yang aku terpikat akan jiwanya yang humor meskipun aku belum begitu mengenalnya dia sosok gadis yang asik dan periang.
Selang beberapa hari perselingkuhan terungkap dan pacarku mutusin aku dan buat dia menangis. Dan aku pun ikut sedih karena nggak terima diputusin tapi ku nggak bisa berbuat apa apa karena ini smua memang kesalahanku. Meskipun aku telah  menjelaskan bahwa aku nggak memiliki perasaan apa2 Cuma sekedar iseng aja namun dia juga nggak percaya dan aku menyesal.. hingga akhirnya bantuan temanku sesama chatter aku bisa bersatu lagi sama pacar yang ku sayangin… dan aku minta maaf dan berjanji tuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.


Kesempatan Pertama…
Ternyata dia memaafkan aku meski dia terkadang keras namun hatinya sangat lembut dan dia sangat sayang aku dan aku pun menyesal telah menyakitinya. Sejak itu aku nggak pernah lagi selingkuh dan slalu menjaga perasaannya karena aku masih yakin bahwa cintaku tulus padanya…
Seiring waktu kami sangat dekat dan tak terpisahkan. Meski jarak dan waktu yang tidak tahu sampai kapan namun kami tetap yakin bahwa suatu saat kekuatan cinta kami akan mempertemukan. Komunikasi yang slalu kami jaga tanpa seharipun waktu kami lewati tanpa ngsih kabar baik lewat sms, telepon, ataupun media facebook… kami ngerasa sangat dekat dan saling terbuka dan nerima apa adanya… dan apapun yang akan terjadi kami akan tetap bersama dan tak akan berpisah..
Dengan perasaan yang begitu dalam dan yakin bahwa inilah cinta sejati dan ketulusan cinta kamipun bersumpah atas nama Allah bahwa kami akan slalu bersama dan tak akan pernah bahagia bersama orang lain… sumpah suci tanpa ada keraguan dihati dengan penuh yakin dan perasaan yang tulus kami mengikat janji dan sumpah atas NamaNya untuk tetap bersama slamanya.
Awal Kehancuran
Meskipun semua berjalan dengan baik. Begitu dekat, begitu terbuka dan kami saling mengenal satu sama lain dan yakin waktu nggak akan bisa mengubah cinta kami.
Suatu hari terdengar kabar yang sangat mengejutkan… dia memutuskan untuk berhenti kuliah dan ingin mengulang perkuliahan dari awal karena dia menganggap jurusan yang dia pegang sekarang sangat bertentangan dengan dirinya yang membuat dia merasa bosan dan berhenti… meski berulang kali aku beri saran jangan berhenti karena udah semester  lima. Itu hanya akan memperpanjang perjalanan cinta kita. Namun dia tetap nekat berhenti.
Ntah kenapa aku berpikir ragu dan merasa nggak yakin bahwa aku dipertemukan dengannya. Aku merasa jenuh dan bosan jika harus menunggu terlalu lama dan akhirnya sesuatu terjadi….


Aku Jatuh Cinta Lagi
Suatu hari kost dimana tempat aku tinggal digemparkan oleh seorang gadis berparas cantik. Setiap orang memujanya dan jadi bahan pembicaraan siang dan malam. Aku pun turut mendengar dan menjadi penasaran.. “sebenarnya siapa sich gadis yang jadi buah  bibir itu”. Selang waktu seminggu aku tahu ternyata benar2 cantik dan nggak salah diomongin banyak orang…
Sepertinya aku jatuh cinta pada saat pertama kali melihatnya… meskipun aku orangnya yang pendiam namun diam2 aku memperhatikannya…
Saat inilah aku mulai berubah dengan pacarku yang sangat mencintai aku dan perasaan bosan ku makin hari makin berkecamuk hingga akhirnya terbesit dalam benakku untuk mengakhiri hubungan cinta ku dengannya…
Tepat lima hari sebelum hari ulang tahunnya aku mengakhiri hubungan aku dengannya meskipun aku masih ragu dan masih sayang akan sosoknya yang penyayang dan baik terhadapku…
Terlintas dalam benak ku dengan ke egoisanku untuk mengakhirinya meski ragu aku masih punya waktu lima hari untuk berpikir bahwa nanti aku nggak yakin sama keputusanku maka tepat ada hari ulang tahunnya apa yang aku putuskan hanya semata untuk mengerjainnya…
Pada kenyataannya yang aku alami aku semakin lupa dan tak berperasaan.. waktu yang cukup singkat ini ternyata membuat aku semakin dekat dan banyak waktu yang aku habiskan untuk gadis yang baru aku kenal itu… sedikitpun aku nggak memikirkan bahwa disana dia sedang sedih karena ku… semenjak aku putuskan dan aku nggak pernah menghubunginya lagi.. aku benar2 cuek dan nggak peduli akan keadaannya…
Sampai suatu hari dengan penuh percaya dirinya aku nyatakan perasaanku sama gadis itu ternyata nggak begitu sulit dan aku mendapatkannya. Sejenak aku merasa bangga diantara teman2ku dan banyak membuat mereka iri…
Makin hari makin dekat sama gadis itu dan segala perhatian mata dan hati tertuju padanya hingga membuat aku lupa dibalik senyum dan tawa penuh candaku ada yang sedang menangis karenaku… aku seperti lupa akan cintanya yang begitu besar dan tulus buat aku.. dan aku lupa akan ulang  tahunnya… tanpa basa basi aku pergi menghilang tanpa kabar dan tanpa mengucapkan Selamat Ulang Tahun padanya… dia sangat berharap tapi ke egoisanku menyulapku sosok manusia yang kejam dan tak berperasaan. Tanpa peduli aku meninggalkannya dalam keadaan terluka dan hancur. Hari yang dia jalani dengan air mata yang terus mengalir hingga matanya bengkak dan jatuh sakit…
Sejenak aku merasakan betapa sakitnya dia saat itu dan aku coba tuk menghubunginya… aku menangis mendengar sesak tangisnya yang seakan akan membuat dia tak bisa bicara.. aku telah menyakitinya dan aku tak bisa berbuat apa2… karena aku tak bisa membohongi perasaan aku bahwa aku mencintainya….
Waktu terus berputar seiring pergantian hari, minggu dan bulan dia tetap tenggelam dalam kesediahan sementara aku tertawa bersama orang lain tanpa sedikitpun peduli kan perasaannya….

Kenyataan yang aku hadapin
Aku hanya diturutin perasaan egois dan terbuai kesenangan sesaat yang mungkin membuat aku bangga, membuat aku terbebas dari kesepian namun kenyataan yang aku alami justru lebih pahit…
Ketidak cocokan…. Yah dia hanya seorang gadis ABG yang masih labil dan belum dewasa. Sikapnya yang kekanak2kan sering bertolak dengan karakter aku yang sebenarnya….
Masalah demi masalah mulai bermunculan membuat hubungan yang aku pikir akan berjalan baik jadi putus nyambung dan aku sangat merasa tersiksa menjalaninya… dia slalu cuek dan nggak mau ngerti apa yang aku rasakan membuat aku sering tersakiti ditambah dengan teman yang tadi iri mulai menyerangku dengan isu2 miring membuat aku semakin tidak nyaman dan merasa tertekan,,,
Ntah kenapa setiap aku kecewa sama gadis itu aku ingat mantan yang udah aku tinggalkan karena dia begitu baik dan perhatian ma akau… saling mengerti dan slalu memberi aku support dulu…
Hingga suatu hari aku online via facebook yang sudah lama aku tinggalkan terlihat sebuah pesan status darinya bahwa dia akan memutuskan kuliah di Pekanbaru… awalnya aku nggak percdaya dan beranikan diri bertanya padanya. Dalam benakku mudah2n dia nggak marah karena dia pasti sangat membenciku… betapa kagetnya aku yang bertanya mendapat respon yang baik dan tetap lembut seperti dulu… tadinya yang aku pikir dia akan membenci aku ternyata kenyataannya beda saat dia bilang kalo dia terlanjur sayang dan tak bisa membenciku.. aku sangat terharu dan merasa sangat berdosa…
Saat itu kami sering menjalin komunikasi layaknya tak pernah terjadi apa2. Dan perasaan senang dan gembira aku medengar kabar kabar bahwa dia benar2 akan kuliah dipekanbaru meski ada dua pilihan antara jambi dan pekanbaru… berhubung dia memiliki pamannya di pekanbaru maka dia bulat memutuskan takat untuk kuliah di kota bertuah….
Hubungan kami semakin dekat layaknya sebagai teman dekat tanpa ada kebencian sedikitpun… aku terdecak kagum dan simpatik akan hatinya yang baik dan lembut seperti salju…


Kesempatan Ketiga
Hubungan aku dengan gadis itu semakin memburuk hingga akhirnya memutuskan hubungan tanpa status karena aku tak mau disakitin lagi… dan hingga akhirnya benar2 berakhir dan putus….
Tanpa malu aku mengemis cinta mantan aku lagi dan ingin kembali pada cinta dan berjanji nggak akan membuat kesalahan yang sama lagi dan nggak akan menyakiti dia lagi. Meski sulit dia untuk mempercayai aku lagi tapi dia nggak bisa berbohong bahwa dihatinya masih menyayangi aku…
Dia hanya ingin bersahabat tapi aku nggak mau yang aku mau untuk mejalani hunbungan lagi dari awal karena aku sanagt merindukan kasih sayangnya, panggilan khasnya, kelembutannya, perhatiannya dan semua tentangnya…. Hingga akhirnya dia menerima aku kembali dan aku pun berniat untuk menjalani dengan seriaus dan menjaganya slalu tanpa khawatir lagi untuk tidak bisa bertemu karena sebentar lagi dia akan kepekanbaru. Pikirku…
Saat itulah kami dekat kembali seperti sebelumnya meski banyak perubahan terjadi dalam hal komunikasi sebutan sebagai poeccamoecca tlah hilang. Kemesraan sehangat dulu tak terlihat lagi. Tapi perasaan kami yang belum berubah dan merasa yakin bahwa inilah cinta sejati yang diturunkan Tuhan untuk kita berdua….
Waktu terus bergulir perasaan cintaku semakin mendalam dan semakin sayang sama dia… kami sering membicarakan tentang masa depan, pernikahan, buah hati dan begitu banyak rencana terbias dalam perjalanan kisah kami berdua… kami sangat merasa dekat dan tak terpisahkan lagi… tak ada lagi yang aku pikirkan selain masa depan dan cintaku bersamanya..
Pertemuan Dikota Pekanbaru
Lama menunggu akhirnya waktu itu  tiba. Tepatnya awal mei dia sampai kepekanbaru meski awalnya belum bisa ketemu karena masih berada ditempat Om nya dan kami memutuskan untuk ketemu setelah dia pindah untuk ngekost berhubung rumah omnya jauh dari tempat dia kuliah….
Hingga suatu saat pertemuan pertama yang udah direncanakan membuat aku kesal banget awal yang tadinya ku pikir pertemuan awal yang mengesankan jadi berantakan. Tepatnya suatu sore aku datang kekosannya tapi kenyataannya dia nggak mau menemui aku. Alasannya belum sanggup dan malu padahal aku dan dia sudah sangat mengenal dari nerima kekurangan masing2. Sehingga aku lama menunggu dan kami hanya bisa bekomunikasi via SMS. Dan aku mengancamnya akan pulang jika dia nggak mau keluar dengan harapan dia menemui aku yang hampir 20 menit menunggu dia datang… nyatanya dia benar2 nyuruh aku pulang… dengan  perasaan kecewa akupun pulang dan berharap bisa bertemu dengannya sampai dia benar2 siap… dan akhirnya pada malam harinya memutuskan untuk ketemuan dan bertemu didepan warnet yang kebetulan tidak jauh dari kosannya… meskipun kesan awalnya bertemu diwarnet dan online bareng dia aku udah merasa senang karena orang yang aku sayang yang membuat aku penasaran sekarang ada disampingku….
Saat itulah kami merasa dekat dan slalu bersama sehabis jam les komputernya… nggak ada perasaan malu lagi… nggak ada keraguan dan begitu banyak yang kami rencanakan kedepan… menjalankan usaha bareng, membuat cicin tunangan dari perak, dan rencana masa depan yang lebih matang….. aku dan dia seperti sudah serius dan menatap masa depan yang lebih mantap…
Bagaikan Petir Menyambar ditengah terik matahari
Semua berlalu begitu cepat sesuatu yang nggak pernah diduga sebelumnya semua tlah berubah…
Tepat awal perkuliahannya awal juni yang tadinya aku kira smua berjalan baik2 aja ternyata smua jadi beda.. dia berubah 100% tehadapku sikapnya benar2 sangat diluar dugaan yang tadinya dia sanagt peduli ma aku sekarang dia cuek dan nggak pernah menghubungiku lebih dulu, nggak lagi nerima aku apa adanya layak seperti dulu, nggak pengertian dengan keadaanku, selalu memaksa ini itu dan begini begitu… dimatanya aku slalu salah hingga aku bertanya tanya ada apa sebenarnya… salahkah cara aku menyayanginya… aku mulai penasaran dan mulai mencari cari jawaban dibalik semua perubahan ini.
Hubungan kami mulai memburuk dan rasa penasaranku slalu berbuah pertengkaran hingga sesekali terlintas kata2 yang kasar dan menyakitkan… aku gelisah penuh tanda tanya. Dia yang dulu sangat aku kenal seperti asing bagiku. Dia benar2 cuek dan sibuk sama teman2nya hingga SMS akupun tak sempat lagi. Feeling aku mulai merasakan ada kejanggalan sesuatu yang tak lazim tlah terjadi. Hatiku mulai nggak tenang dan bertanya-tanya atas semua perubahannya terhadapku…
Hingga suatu saat via SMS dia bilang hal sangat menyakitkan perasaanku.
ta nggak bisa bohong kalo ta lagi dekat ma seseorang, dia sering antar jemput aku, bantu aku buatin PR dan dia sangat baik. Jujur ta nggak bisa nahan godaan.”
dan dia juga menceritakan bagaimana kronologis kedekatannya tanpa mempertimbangkan perasaanku sedikitpun. Dalam kecurigaan aku atas perubahannya dan kecemburuan aku sama orang yang diceritakannya membuat hatiku nggak tenang dan gelisah…
Dalam keadaan hati yang bertanya  dan bayangkan saat membaca sepenggal pesan tapi memiliki arti yang sangat luas seolah olah telah menjawab semua pertanyaan kenapa dan ternyata feeling aku benar dia yang aku sayangin, dia yang aku cintai dengan tulus, dia yang sangat aku percayai jatuh cinta sama orang yang baru beberapa hari dia kenal….
Seraya jantungku berdegup kencang dan tak terkendali dan marah semarah-marahnya sehingga berbuntut pertengkaran hebat dan tanpa aku sadari terucap kata Putus dari mulutku sendiri. Smua jadi gelap kelam penuh dengan kemarahan, hilang smua kemesraan, hilang semua rasa dan smua jadi tak terkendali yang menimbulakan kebencian yang teramat sangat besar dari cinta yang sebelumnya….
Smua jadi kelam kelabu tanpa ada kabar berita dan dia benar2 menutup dirinya dariku… berkali aku sms tak pernah dibalas, telp yang nggak diangkat bahkan dirijek, tak ada lagi komunikasi, tak ada lagi pertemuan smua benar2 berubah meski aku tak percayai ini smua akan terjadi padaku….
Ntah kenapa sejak dia menjauh dan tak lagi memperdulikan aku. Aku merasa menyesal. Perasaan kehilangan sesuatu yang berarti penting buatku, dan rasa sayang yang berlipat-lipat, kerinduan yang tak bisa aku tahan. Membuat aku aneh dan terus berharap dia tuk kembali lagi. Perasaaan sayang yang teramat besar padanya berlawanan dengan sikapnya yang tak lagi memperdulikan aku membuat aku bertingkah aneh dan plinplan. Lebaii dan over…
Facebook sebuah media interaksi sosial. Dan aku slalu memposting apa yang aku rasakan sejak dia jauh dari aku berharap dia bisa mengerti meski terkesan lebaii tapi itulah yang aku rasakan. Tanpa memperdulikan orang menganggap aku lebaii, cengeng, dan lemah bahkan banyak teman2 aku bilang aku bodoh tapi semua tak aku perdulikan. Aku tetap berharap dia bisa mengerti dan berharap dia bisa kembali lagu padaku. Namun kenyataan yang aku hadapin justru membuat dia semakin diatas angin dan semakin tak memperdulikan aku dan sengaja memanas-manaskan aku dan sama sekali tak menghargai perasaan aku yang begitu dalam terhadapnya.
Berharap pada harapan yang hampa
Aku yang tak bisa munafik sama perasaanku sendiri, menangisi tiap kenangan bersamanya, menyesali kenapa ini smua bisa terjadi.
Apa dayaku aku sangat mencintainya dan aku nggak bisa membencinya sedikitpun yang ada rasa sayang dan nggak mau kehilangannya… aku merasa hampa dan hancur dan tak bisa jalani hari-hariku tanpanya… apa dayaku aku udah jatuh terlalu dalam sama cintanya, aku udah terbiasa dengannya, bagiku dialah separuh dari hidupku dan aku merasa mati rasa, lemah dan rapuh….
Berbagai cara aku lakukan dan menemuinya meski dia tak menghendaki aku lagi… menelpon dia meski berulangkali dirijek, sms meski tak mendapatkan balasan. Aku nggak peduli siapapun aku nggak peduli pada kenyataan yang aku tahu aku sangat membutuhkannya dan ingin dia kembali padaku… keanehan terjadi padaku mungkin teman2ku anggap aku gila. Apa yang aku lakukan dimata orang adalah kebodohan namun bagiku sebuah harapan. Berulang kali aku gagal dan mengorbankan harga diriku hanya untuk mendapatkan dia lagi namun dia udah nggak mencintaiku lagi… aku minta dikasihani yang kudapatkan hanya hinaan. Aku hanya ingin dia peduli namun aku tak pernah dianggap ada.
Tlah habis dayaku untuk membuat dia kembali padaku dan mempertahankan hubungan ini namun smua sia sia dan aku merasa putus asa dan mencoba membencinya hingga suatu hari aku menjelek2an dia pada kekasih barunya yang berbuah kebencian semakin parah terhadapku dan aku minta maaf pada kekasih barunya. Sungguh memalukan tapi inilah kenyataan yang sangat pahit yang tak akan pernah aku lupakan selama hidupku…. Ini semua adalah rasa keputus asaan atas kebisuan dia dan dia tak lagi peduli terhadapku. Jerit tangisku tak ladi didengar dan acuhkanku yang tak perhah anggap aku ada dihidupnya.
Merasakan Keadilan Tuhan yang teramat sangat
Orang yang sangat aku sayangin telah pergi meninggalkan aku bersama orang lain tanpa mempedulikan aku disini menangis untuknya menjalani hari begitu berat dalam keputus asaan yang nggak tahu kapan ini akan berakhir….
Mungkinkah ini karma atas perbuatanku sendiri. Karena aku pernah berada diposisinya dan dia pernah berada diposisiku. Cerita cinta yang diputar balikan yang hampir sama persis kami alami selama perjalanan cinta ini.
Sekarang aku sendiri dalam kesedihan yang nggak tahu kapan akan berakhir. Kehamapaan hati yang kosong tak ada lagi tempat bautku meluapkan perasaanku, kerinduan yang semu, kenangan yang kini berakhir dengan uraian air mata kasih sayang yang tak mampu lagi aku pertahankan… terkadang aku ingin berteriak meluapkan rasa rindu yang tak mampu aku ungkapkan. Kerinduan pada kasih sayang yang bukan milikku lagi..
Hati ini rasanya meanangis meringis kesakitan dan perih menghadapi kenyataan yang begitu pahit buatku. Hari yang aku jalani terasa begitu berat dan slalu dihantui sosoknya yang dulu slalu menemaniku setiap hari kini hilang tanpa pedulikan aku lagi…
Jembatan Penyebrangan
Tepatnya pada jembatan penyebrangan didepan kampusnya aku slalu terdiam menunggunya sehabis jam perkuliahannya. Tak ada lagi yang bisa aku lakukan untuk melepas kerinduanku yang mendalam padanya. Selain melihatnya dari kejauhan bersama kekasihnya. Meskipun bagiku sangat menyakitkan namun bisa mengobati rasa rindu yang tak bisa lagi aku luapkan bersamanya.
Kerinduan yang terbalut air mata itu ku jalani dengan kepahitan selama satu minggu hingga akhirnya menyadari tindakanku sangatlah bodoh yang justru menyakiti diriku sendiri***

Kepergianku
Aku merasa lelah dan tlah habis dayaku untuk meluluhkan hatinya yang keras kini ku sadari baginya aku bukanlah siapa2 lagi dan dia tidak membutuhkan aku lagi ditengah teman2nya dan orang yang dia cintai… semakin aku memikirkannya, semakin aku berharap padanya justru membuat aku semakin sakit dan rapuh… mungkin inilah jalan yang harus aku tempuh, jalan yang tak pernah aku duga sekarang aku tersesat dijalan yang sepi penuh dengan kehampaan . aku pergi dengan membawa sejuta kenangan dengan luka yang memdalam berharap suatu saat nanti aku menemukan jalanku sendiri.***










Pesan :
Semakin besar perasaan cinta itu hadir dalam diri kita maka semakin besar pula ujian cinta itu akan datang menghampiri. Misteri cinta yang nggak tahu kapan datang dan perginya akan membuat kita terjebak dan salah dalam mengambil tindakan.
Hanya cinta sejatilah yang bisa menjawab kemistri cinta. Menahan dan menjaga hakekat hati kita yang paling dalam. Perasaan tak bisa dibohongi namun bukan suatu mustahil bagi orang yang mengatas namakan cinta sejati yang mampu menjaga, mempertahankan, menimbang perasaan yang membuat dia berpikir berulang kali untuk mengambil keputusan dalam perjalan cintanya
Manusia adalah makhluk yang relatif yang mudah terpengaruh keadaan, rasa bosan dan kasmaran. Kecendrungan menggunakan perasaan yang berlebihan tanpa mempertimbangkan secara logika atas tindakan yang ia lakukan sehingga muncul keegoisan dalam dirinya yang begitu besar dan tanpa berpikir panjang rasa ego itu mangantarkan ia menjadi sosok manusia tanpa perasaan, tanpa memikirkan efek perbuatannya bagi orang lain.
Saran :
Jika anda menemukan orang yang bisa dipercaya dan sayang sama anda dengan segala kekurangan anda yang mampu melengkapi seolah membuat anda begitu sempurna. Maka jagalah ia bagai mutiara yang berharga karena dialah jiwa anda, kepercayaan diri anda, kebanggaan anda dan segalanya. Jangan pernah sakitin ia, aniaya hatinya sesungguhnya jika ia mencintai anda dengan tulus maka karma akan menghadang dikemudian hari yang membuat anda menyesal dan menyakitkan. Dan yang anda rasakan adalah kehilangan semangat dalam diri, separoh jiwa yang pergi, kehampaan, tidak percaya diri, lemah dan rapuh…. Cinta itu hidup dan menghidupkan, melengkapi dari segala kekurangan, meninggikan derajat, menjaga dan membuat hidup ini lebih bewarna jika anda mengotori noda hitam diatas kesucian cinta maka jangan salahkan suatu saat hidup anda kelam seperti malam yang begitu gelap tanpa cahaya.
 T A M A T








 

Tabloid Remaja Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha